Think Differently! (Learning from Tesla)

Pambudi Sunarsihanto : THINK DIFFERENTLY! – Ratih, seorang teman saya berkata,” Pam, kayaknya saya sulit dipromosi di kantor yang ini. Mungkin sebaiknya saya pindah kantor atau berganti karier ya?”

Lho? Kok begitu?

Dan ternyata begitu banyak di antara kita yang berpikiran seperti itu. Kalau pesimis bahwa cita-citanya akan tercapai, ya berarti cita-citanya harus diturunkan. Padahal mestinya bekerja dan belajarnya yang harus lebih keras lagi.
Dengan cara pikir dan strategy yang seperti ini pantas saja kalau banyak yang tidak mencapai hasil yang diinginkan.
– Kalau product kita gak laku, ya harganya harus diturunkan.
– Kalau karyawan kita keluar , ya berarti gajinya harus dinaikkan
– Kalau customer complain berarti jumlah Customer service nya harus ditambah

Really? Apakah itu benar benar cara efektif menyelesaikan masalah?

Wah sepertinya pola pikirnya kok beda! Think again, kalau product gak laku harga diturunkan, terus apa yang anda akan lakukan kalau ada competitor lain dengan harga yang lebih murah lagi?
Kalau karyawan resign terus gajinya dinaikkan, apa yang anda lakukan kalau enam bulan kemudian dia mendapatkan job offer lain?
Nah,, repot lagi kan?

Mari kita belajar dari Tesla!

Mereka tahu cara berfikir dengan cara yang berbeda. Tesla menciptakan mobil listrik, tetapi karena pada saat awal, jumlah mobil yang dijual masih sedikit, mereka tidak mempunyai economical scale, akibatnya harga awalnya masih tinggi. Mudah diprediksi, pada saat peluncuran awal mobil listrik itu tidak laku. Banyak kosumen yang paling tertarik, tetapi saat melihat harganya mereka menjadi ragu-ragu.
Di sini Tesla harus berpikir, apakah dia harus menurunkan harga, agar konsumen mulai membeli?
Tunggu dulu ….

Mereka harus memikirkan alternative lain ….
Dan dari puluhan (atau ratusan) alternative, mereka mengambil keputusan bahwa :
– Harga harus dinaikkan lagi
– Design harus keren, dan setara dengan mobil-mobil mewah
– Untuk itu berarti mereka harus merecruit designer mobil mewah
– Execution !!!

Ternyata dengan melakukan keempat langkah di atas, mereka sukses sekali, dan mobil-mobil listrik yang mewah sekarang banyak meraja lela di Ameria, Eropa bahkan di Singapore dan Hongkong. Voila!

Padahal waktu anda baru membaca langkah pertama (Harga harus dinaikkan lagi), anda bingung kan? Sudah gak laku, kok malah dinaikkan lagi harganya.
Padahal kalau anda menurunkan harga, terus anda mau dapet untung dari mana? Dan product anda akan dianggap senagai product murahan kan?.

You need to think differently. You need to think beyond the obvious. Anda harus memikirkan minimal belasan alternative sebelum anda memutuskan langkah yang akan anda jalankan!

Think Differently!

How to do it?

a) GENERATE ALTENATIVES

Pikirkan dulu belasan alternative, cara-cara lain untuk menyelesaikan masalah. Jangan sampai kepikir satu cara langsung diterapkan!

b) DRAW YOUR PROBLEM

Saya belajar dari Leonardo Da Vinci untuk selalu menggunakan buku gambar A3 dan selalu menggambarkan permasalahan saya dengan segal detailnya dan dari beberapa perspective yang berbeda sebelum memikirkan solusinya.

c) BE PRODUCTIVE

Pikirkan banyak solusi, bikin banyak gambar, bikin alat peraga. Gak ap apa jelek atau gagal. Kee trying. Kee working. Keep learning.
Just produce… produce … produce!

d) USE METAPHORES

Belajarlah untuk menghubungkan segala macam aspek, meskipun kadang kelihatannya gak ada hubungannya.

Seorang insinyur menggabungkan teknik membangun fondasi dengan binatang-binatang di rumah. Dan dia melahirkan design “cakar ayam”.
Archimedes membandingkan sebuah teori fisika dengan batangan sabun di kamar mandinya.

Pikirkan segala perspective dan angle permasalahan anda dan connect the dots.

e) BEGIN with the END in your MIND

Mulailah berfikir dari tujuan akhir yang anda ingin capai,
dan kemudian cari solusinya, berfikirlah backward ….
Terobsesilah dengan tujuan akhir yang akan dicapai, setelah itu baru cari cara menjalankannya,
step by step!

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Artikel Think Differently! (Learning from Tesla) diambil dari sharing Pambudi Sunarsihanto dalam grup Dynamic HRGA. Dan bagi Anda para pengelola lembaga pendidikan, pengurus yayasan, kepala sekolah, manajer HRD sekolah dan jajaran manajemen sekolah semoga dapat mengambil manfaat untuk bisa diterapkan di sekolahnya.

think different, pambudi sunarsihanto, manajemen sdm sekolah, hr for school, pelatihan hr for school, seminar hr forschool, workshop hr for school, manajemen sekolah, manajemen sdm sekolah, hr for school, pelatihan hr for school, seminar hr forschool, workshop hr for school

Jika Anda merasa memperoleh manfaat dari artikel ini, Anda bisa langsung membagikannya kepada rekan yang membutuhkan dan jangan lupa subscribe KLIK DISINI atau klik tombol subscribe pada halaman ini untuk mendapat update informasi.

Salam Sehat Sukses Bahagia!
HR for School

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *